Friday, June 02, 2006

Aceh Lon Sayang (1)

Aceh lon sayang, artinya Aceh yang kusayang.

Itu kata-kata yang sering aku dengar ketika pertama kali aku menjejakkan kakiku di negeri serambi mekkah ini. Aku belum terlalu menikmati arti kata itu.

Apanya yang sayang? Motivasiku di sini awalnya adalah karena pertama, aku bosan dengan pekerjaanku di Jakarta, aku butuh pembaharuan, kalau tidak aku akan jadi katak dalam tempurung. Kedua, karena bossku tidak suka aku pindah dari proyek ini dan dari posisi ini, maka aku mulai melayangkan surat lamaran ke beberapa tempat. Ketiga, karena memang waktu itu banyak lowongan untuk Aceh (maklum, baru 1,5 bulan pasca tsunami), aku coba2 melamar.

Diterima. Sampailah aku di sini. Sejuta ragu dan gentar. Meski Abang Bos (jadi ada dua boss di kantorku yang lama), Pak Boss dan Bang Boss. Pak Boss tidak mengijinkanku pergi, kebalikannya, bang boss justru mendorongku untuk ke Aceh.

"Kamu akan belajar banyak. Kamu akan membuktikan bahwa apa yang banyak orang katakan itu tidak benar. Abang yakin kamu mampu."

Berbekal dari peryataan itu, berbekal restu orang tuaku, aku berangkat.

Menginjakkan kaki di bandara Sulthan Iskandar Muda, aku masih belum percaya aku di sini. Aku masih berpikir, kalo Desember 2005 aku akan kembali ke Jakarta. Yang penting sudah sampai Aceh.

Aceh Lon Sayang... masih belum masuk dalam hatiku.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home